Senin, 29 September 2014

How Could It Be

Hei~

Diana, ada apa?
Tidak tahu.

Sesuatu yang sepele sebetulnya. Atau aku yang belum mendapatkan garis besarnya bahwa ini bukan hal sepele biasa. Ya, ini membuatku berpikir. Benar-benar berpikir. Bagaimana? Mengapa? Ah, kenapa bisa begini. Apa yang salah?

Mah.. Pah.. ah, tidak bisa. tidak bisa aku ceritakan. Bagaimana...

Kau tahu, diibaratkan jika gaya di dalam perasaan dan pikiran ini bisa terhitung. Dengan semua vektor-vektornya, arahnya. Akan ada gaya tarik menarik yang besar sekali. Akan ada pula gaya yang saling bertabrakan dengan kuatnya. lelah, aku benar-benar lelah.

Aku bagaikan tak mau tahu itu. Aku selalu menghindar dan meredamnya. tetapi ternyata tidak bisa. Ya, ternyata ini tidak sepele. Aku tidak tahu siapa yang akan menang pada akhirnya. Tapi ini betul-betul harus dimenangkan ataupun dikalahkan. Tidak bisa. Ya, karena kau harus dalam satu arah. Hidupmu, pikiranmu, perasaanmu, Apalagi? 

Apa yang kau paling yakini saat ini? Ya, Alloh memang maha membulak-balikkan hati. Seperti itulah. Hatiku sedang dibulak-balik. Aku terus meminta ilhamnya, petunjuknya. Atau mungkin aku belum seserius itu memintanya. Hei Diana, kau kurang serius! kau masih ingin acuh tak acuh akan ini. kau ingin meredam semua ini. Bagaimana bisa? Tolonglaah....

Kau tahu, kau sedang melakukan kesalahan. Tapi tidak tahu melakukan kesalahan pada siapa. pada arah yang mana. Atau kau sedang melakukan perbaikan. Tapi tidak tahu perbaikan di arah yang mana. Oh, how could it be.

Diana, lalu bagaimana?
Tidak tahu.

1 komentar:

  1. Memangnya lagi persiapan tarik tambang tujuhbelasagustusan ya?? Lomba tarik tambang kah?? Kok ada tarik tarikan ^_^

    BalasHapus