Kebaikan dalam setiap diri manusia selalu ada, bahkan pada orang yg dikatakan jelek/jahat sekalipun. Juga sebaliknya, kejelekan pada manusia itu mutlak adanya pada setiap insan. Kesempurnaan tiada tercapai.
Roda berputar
Saya percaya, orang baik tidak pasti selalu baik. Saya percaya, orang yg kaya tidak selamanya terus kaya. Begitu juga keimanan, tak bisa dikatakan seorang yg sudah iman bisa terus dalam keimanannya. Tak lain dengan hal kefahaman, tak selalu orang yg faham selalu dalam jalur kefahaman. Mungkin ada, memang ada jikalau Alloh faring.
Mimikri
SARU, menyarukan, menutupi jati diri atau sifat asli dalam diri untuk harga keselamatan ataupun untuk mendapatkan suatu hal. Dapat dianalogikan dengan kemunafikan. Bisa menangkap kah analoginya? Yah, itulah manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar