Minggu, 19 Juni 2011

CINTA dalam dunia KIMIA~

Bukanlah sebuah ikatan ion yang mengambil dan menerima.
Tapi sebuah ikatan kovalen yang saling berbagi dan berikatan bersama.
Itulah cinta.

Cinta tidak seperti indikator PP, yang hanya bersemi warnanya saat basa, dan pudar dalam asam.
Plinplan.

Bukan pula seperti indikator EBT, yang begitu kompleks dan amat bersyarat.
Rumit.

Pun bukan indikator K2CrO4, yang hanya menurut pada perak (harta).
Mahal.

Cinta itu berani, sederhana, dan apa adanya.
Seperti lakmus yang menyatu mana susah (merah) dan senangnya (biru), tidak banyak syaratnya, dan tidak seulas-seulas warnanya, tapi nyata!!

Cinta itu adalah kesabaran.
Bagaimana engkau menimbang takarannya, melarutkan segala perbedaannya, mengendapkan dan memisahkan dengan segala pengotornya.
Dan bagaimana dalam panasnya pijaran cobaan, engkau tetap mempertahankan dirimu, tidak terbakar jadi abu, hingga dengan pikiran yang dingin engkau mampu menetapkan kemurnian cintamu.

Tidak ada menipu.
Tidak ada terburu-buru.
Karena semuanya telah diberi waktu.

Seperti deretan cawan yang berharga dan berkilau rupanya, jangan engkau berani sentuh mereka. Tak takutkah menambah lemak-lemak dosa, yang akan ditimbang nantinya??

Seperti susunan labu ukur menawan yang terkunci rapat dalam lokernya.
Janganlah engkau mencurinya (pacaran), tapi mintalah kunci kepada pemiliknya, hingga dengan sah kau bisa mengambilnya.

Ingat, cinta terlalu murni jika harus dibandingkan dengan emas, terlalu berharga jika harus ditukar dengan HPLC (=D), dan terlalu suci untuk dipermainkan di laboratorium kehidupan.

Maka aturlah panjang gelombang cintamu, tunggulah waktu retensi yang telah diberikan, dan janganlah melanggar SOP yang telah ditetapkan.

Hingga tidak lain predikat yang diberikan padamu dalam ujian cinta ini adalah... KOMPETEN.
=D

-Bagas

Kenapa harus pacaran, kawan?

Duh, kawan...
Kenapa masih sayang-sayangan?
Kenapa masih pegang-pegangan tangan?
Kenapa suka makan-makan berhadapan?
Kenapa rutin jalan-jalan berduaan?
Kenapa ga betah kalo ga telpon-telponan?
Kenapa smsan selalu nanya, udah makan?
Kenapa kamu masih pacaran, kawan??

Memang, aku "cuma" sahabatmu kawan. Sekalipun sahabat, tak berhak campuri hidup kalian.
Tapi kawan, jika kamu sedang berjalan ke arah jurang, bukankah menarikmu kembali adalah tugas seorang teman?

Kamu adalah sahabatku teman.
Tugasku mengingatkanmu sekiranya sedikit menyimpang.
Bukan aku merasa selamanya benar.
Pun tugas kamu adalah mengingatkanku jika ku juga menyimpang.

Memang kawan, aku cuma mengingatkan.
Aku tidak mau nanti kau mengadukanku, karena aku tak ingatkan.
Aku tak mau kau menyimpang... Tidak... Tidak selama aku tahu itu kawan.
Aku hanya mencoba ingatkan.

Bolehlah kau benci aku kawan. Tapi karena aku sayang makanya aku ingatkan.
Kenapa masih pacaran kawan??
Memang tak selalu aku benar.

Hhh... Berat.
Tapi memang harus dikatakan kawan.
Bagian mana dari agama ini yang membolehkan sentuhan dengan yang bukan mahramnya, kawan?
Tak hanya bersentuhan kawan, tapi berduaan, sayang-sayangan... dan...
Ah sudahlah...

Mengapa kamu pacaran kawan?
Mencari kecocokkan??
Tak cocok lantas dibuang?
Kecocokkan itu bukan dicari, tapi dibangun kawan.

Mengapa kamu pacaran kawan?
Takut kehilangan?
Mengapa kau takut kehilangan yang bukan milikmu kawan??
Jika bukan milikmu, maka pasti bukan milikmu.

Mengapa kamu pacaran kawan?
Butuh kasih sayang?
Kau sebut apa kasih sayang orang tua selama hidupmu, kawan?
Teman, tak punyakah kau teman?

Mengapa harus pacaran kawan??
Mengapa kau tak segera nikahi saja, biar aku di sini tak banyak komentar.
Tak cukup uang??
Mengapa kau suka mengajaknya jalan jalan dan makan makan??

Mengapa kamu masih pacaran kawan?

Maaf jika kau bosan.
Maaf jika hidupmu terganggu kawan.

Bisakah... Untuk bersabar, dan tidak pacaran??

Sabar, kawan...
Semua indah pada saatnya.

Pacaran terasa indah?? Sungguh, kau sedang dibuai mimpi, kawan.

sumber : "Catatan perjalanan"

ALONE?


tenanglah,,, kamu tidak sendiri...

bukan,,,
aku bukan mau bilang aku akan selalu di sisimu,
aku bukan mau bilang aku akan selalu ada di dekatmu,
aku bukan mau bilang aku akan selalu hadir bila kau butuh,
aku pun manusia, sama sepertimu, lemah dan serba terbatas.

tapi tetap aku ingin bilang padamu, tenanglah,,, kamu tidak sendiri,,,

di saat aku pergi entah kemana,
di saat temanmu sibuk dengan urusannya,
di saat orang tuamu terlalu jauh untuk menjaga,
perlu kita ingat,,,
Allah tidaklah tidur, dan senantiasa mengawasi.
Maka bersabarlah, karena Allah bersama kita.

tenanglah,,, kamu tidak sendiri.

bukan karena ada aku, dia, atau mereka.
Tapi karena ada Allah yang senantiasa menjaga


-Bagas Triyatmojo-

Coretan Kecil Manusia


Kebaikan dalam setiap diri manusia selalu ada, bahkan pada orang yg dikatakan jelek/jahat sekalipun. Juga sebaliknya, kejelekan pada manusia itu mutlak adanya pada setiap insan. Kesempurnaan tiada tercapai.
Roda berputar
Saya percaya, orang baik tidak pasti selalu baik. Saya percaya, orang yg kaya tidak selamanya terus kaya. Begitu juga keimanan, tak bisa dikatakan seorang yg sudah iman bisa terus dalam keimanannya. Tak lain dengan hal kefahaman, tak selalu orang yg faham selalu dalam jalur kefahaman. Mungkin ada, memang ada jikalau Alloh faring.
Mimikri
SARU, menyarukan, menutupi jati diri atau sifat asli dalam diri untuk harga keselamatan ataupun untuk mendapatkan suatu hal. Dapat dianalogikan dengan kemunafikan. Bisa menangkap kah analoginya? Yah, itulah manusia.

Cinta yang sebenarnya...

karena aku mencintaimu, maka aku meninggalkanmu
Karena hadirku di dekatmu hanya akan menambah keburukan diriku dan dirimu

Karena aku mencintaimu, maka aku meninggalkanmu
Dan membangun kepribadian sebaik-baiknya (tak ingin ku membuatmu kecewa)

Karena aku mencintaimu, maka aku meninggalkanmu
Dan belajar makna cinta. Karena ku takut cintaku hanya nafsu belaka, bukan karenaNya semata

Jika kamu mencintaiku, maka tinggalkanlah aku
Dan belajar sebanyak-banyaknya (Agar kelak dirimu sanggup menjadi imam dalam bahtera keluarga)

Jika kamu mencintaiku, maka tinggalkanlah aku
Dan meredam niatmu menikahiku jika waktu tertuju itu tak tentu
Tunggulah hingga Alloh yang menentukannya

Karena aku mencintamu dan kamu mencintaiku . maka kita harus sanggup berpisah
Karena sadar cinta kita yang kini belum layak di mata-Nya

-------------------------------------------------------------------------------------- 

Aku dan kamu telah sama-sama tahu, aku yakin itu.
Pun hati kecil mungkin menolak ketika melakukannya.
Ketika mata ini berpandangan dgn dalamnya.
Ketika telinga ini terbuai suaranya (telpon2an).
Ketika tak bisa hari2 tanpanya (sms-an).
Aku yakin hati ini menjerit, tapi jeritannya samar karena nafsu ini berteriak.

Aku dan kamu, sama-sama tahu.
Bahwa Alloh bersama orang-orang yang sabar,
Namun kamu selalu mempertanyakan, “sampai kapan aku harus bersabar?”
Adapun dijawab: “apakah kamu mau berpisah denganNya karena mengakhiri kesabaranmu?”
Karena aku dan kamu sama-sama tahu.
Mana yang disukaiNya, mana yang dibenciNya

Maka mulailah kita bersabar dan belajar makna cinta yang sebenarnya. 
Tunggu hingga waktunya. Di saat batin dan segalanya siap.
Maka tunggulah..
BUKAN..bukan untuk menungguku ataupun sebaliknya.
tapi tunggulah Cinta yang hakiki.. atas ridho illahi.. (JODOH)
karena aku dan kamu sama-sama tak tahu.. siapa jodohku ataupun jodohmu.. 

MAMA


Mama.. bagaikan sebuah pohon
yang melindungi di kala matahari menyengat
sebagai tempat bteduh di kala hujan
dan senantiasa memberikan oksigen yang menciptakan kesejukan

mama.. bagaikan sebuah kiper..
selalu menjaga, selalu mengawasi dimana pergerakan bola..
bola yang selalu membuatnya waswas, tak tenang ataupun tak dapat tidur karnanya.

FORGIVE ME mom ..

Maafkan..
Jika ku menjadi sebuah pisau tajam yang menyakitimu..
Jika ku menjadi api yang bisa membakarmu atau membuatmu panas..
Jika ku mejadi sebuah bom yang bisa menciptakan suatu ledakan di hatimu
Jika ku menjadi tas yang membebanimu..
Jika ku menjadi bawang merah yang dapat membuatmu meneteskan airmata karnanya
Jika ku menjadi cucian kotor yang membuatmu letih (untuk mencucinya)
Jika ku menjadi debu kotor yang mengotorimu (membuat malu)
Jika ku seperti biaya operasional sekolah yang dapat membuatmu tak punya uang karnanya

Maaf.. maaf.. maaf.. jika kadang ku seperti ituu . .
Namun...
Beribu-ribu kalipun aku melakukan kesalahan, tak sungkan2 kau membuka pintu maafmu untuk anakmu ini..
"kasih ibu sepanjang masa"  memang benar adanya. aku merasakannya.
Dan takkan kubiarkan "kasih anak sepanjang galah" berlaku dalam diri anakmu ini. 
Akan kuberikan "kasih anak sepanjang masa" pun terhadapmu, maa. Aku sayang mama. Sangat! :)